Muda Wijaya.
INTRO LAUT MANUSIAKU MENUJU RUMAHMU
pada penanggalan yang wukuf, din
layar layar perahu bayangku menyeberang
dan karang mengasuhku
di lepas pantai yang terus berjaga
dan gelombang tak pernah mengubur
tubuh yang menuju mahia laut
menuju rumahmu
ada manikam melukiskan sebentuk kaligrafi
dari hijaiyah yang sendiri
ibadah yang berdiri tak pernah mati
memuai dari sahara lautmu juga
atau dari badai padang pasir
dan gelanggang gersang manusiaku
di padang penuh rahasia
(meski bukan arafah
-aku akan berlari lari kecil
menjaring asal mula cahaya)
hingga membenam sebuah musim
mengulum senyum jejak paling jauh
jadi zikir yang tak putus oleh haus
gerusan arus padang tandus
pada laut aku patut patutkan diri
hingga larut akan mautku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar