Di Alir Sungai Serayu
aku berjanji menyusuri sungaimu itu
yang mengaliri bukit bukit
hutan hutan abadabad lalu
hutan hutan abadabad lalu
pintamu juga
ke sungai serayu aku sempat berjanji
seperti alun dongengan lalu
tapi kabut begitu pekat turun dari langit
arus air begitu kuat turun dari gunung
sri ayu
dulu kau yang sengit meminta sungai itu
kini terseret arus
kau yang dilanda kemarau purba
mabuk dalam asingnya cahaya air
abad kini
tubuhmu menggeliat takut
sebab aku hanya punya ghetek
yang tak sempat disangga para dewa
untuk mengarungi deras alir sungai bersamamu
sambil membaca masa lalu itu
kini diselasela dinding bukit padas terjal
pada lintang kemukus kita janji buatkan rumah
aku yang tak fasih membaca tanda
mendapati pada deras hujan
pada gunung yang tak bisa lagi tertampung
segalanya membuat ambruk dimatamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar