Kenangan Yang Terapung
By Muda Wijaya
dalam ciuman terakhirku
adakah kau menangis
barangkali itu hanya bayangku
bayang yang sempat terapung
tapi kenapa sempat
hujan es menjelma di matamu
saat tatapan itu lenyap
dari gerakmu yang merapuh
dalam ciuman terakhirku
adakah kau menangis
datanglah untukku
membawa harapan tumbuh
serupa pucuk daun berbunga
jadi pohon berbuah
mengubah taman
halaman rumah kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar