Sabtu, 23 Oktober 2010

Kanal Mata Menghapus Tragedi Hitam di Pantai Kuta

Kanal Mata Menghapus Tragedi Hitam di Pantai Kuta
By Muda Wijaya

1.
Ada tangan    yang selalu bertanya         pada pasir
adalah  percakapan  sunyi
                                          ketika mata tak sampai
bertanya senja pada isi kepala
dan jiwa yang mengambang
                             seperti jauh dibawa gelombang
ketika malam makin meringkuk
tak ada aku temukan burung laut malam lelah
                                 dalam permainan gelombang
paruhnya menyelinap
                       menangkap ikan ikan berterbangan
bayang pantai siluet biru malam hari
siapa menyusup dalam mabuk laut anggur
           ketika cuaca dingin tak terbaca jadi misteri
           rasanya         tak ada malam lagi diimpikan
           biarkan              yang jauh mesti tenggelam.
2.
Ada tangan    yang selalu bertanya         pada pasir
ketika angin menyesak     dalam liang gelombang
selain mata pantai menembus kabut laut
                      seperti waktu yang mulai mendekat
yang ada hanya doa
tempat menyembahyangkan tubuh
                                                     paling telanjang
(sebab bila keluh berlayar
                              adalah teluh bagi shang hyang)
bias pasir cahaya mengajak bicara
seperti menyaksikan sebuah cinta
tak berlalu dari pergumulan manusia
dan ingatan  sebuah sangsi angin     menawar hati
                                                       semakin dingin
menemukan kelamin (diri tenggelam) terancam
                                             digagahi seribu pasir.
3.
Ada tangan    yang selalu bertanya         pada pasir
pada pantai landai dipenuhi mahkota warna
pada postcard postcard dipenuhi bingkai
ketika senja orang orang saling mengejar
memainkan irama diri di matahari
menelanjangi gelombang
seperti para surfer meliuk serupa camar
                                                      yang tak gentar
menaklukan setiap kanal
                               kanal mata    yang tak dikenal
lalu menjerat masuk lagi ke dalamnya
sampai jauh mengembara menaklukan waktu
                                                            yang malam.
 4.
Ada tangan    yang selalu bertanya         pada pasir
tentang malam dan bukit bukit laut yang samar
seperti membangun ruang pertapaan
tempat kelak setiap manusia menyebrang
dan singgah     mendaki sebuah noktah  keindahan
pada siapa mesti mengunci pintu rahasia ini
tempat mendekam matahari yang hanyut
                                                                menujum
di sini lagu lagu anak anak pantai disusuri
three litle bird para rastaman mengembang
     di gelombang mengudarakan kebebasan
     sambil sesekali menuliskan jejak kebangkitan
                                        meski belum ditemukan
lalu lepas melempar pandang
ke tempat paling berkilau di tarik gelombang
adalah manikam sebuah percakapan
yang mengantarkan hasrat
nyanyi atau puisi hati yang pasrah
                                    sampai di laut shang hyang.
5.
Ada tangan   yang selalu bertanya         pada pasir
waktu menemukan bintang jatuh
dan debar angin pecah  mengalirkan laut pasang
                                      hingga sampai di pelupuk
adakah takdir ombak dalam tubuhku
menggerus setiap pantai
menghapus setiap arakan para pejalan yang muram
mengusung kenangan tentang abu masa silam
      guguran musim hitam mengerami lubang pasir
di pantaimu
ada kanal yang ingin aku padamkan
dari mata kematian yang meratap tak selesai
melenyapkan segala pandang        ke ufuk nilam
dan membiarkan siapa saja terhanyut
ketika matahari menarik membubungkan lukisan
yang menawan   tanpa menutup pintu  menujumu
dan sepanjang menuju pantai kuta
adalah kanal yang tak lepas  aku baca
adalah kanal matamu yang menawarkan cinta
ketika mengantar senja seketika
membuat sepasang mata berdansa penuh cahaya
melepaskan rimbunan angkuh
                                      ranting pohon masa lalu
di sini para pekasih
tak sekadar mengabadikan bidikan lensa
tapi menawarkan prihal cinta manusia
tempat kanal para dewa bersetubuh
            melabuhkan kanal segala ruh menyeluruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar