Kanal Mata Menghapus Tragedi Hitam di Pantai Kuta
By Muda Wijaya
1.
Ada tangan yang selalu bertanya pada pasir
adalah percakapan sunyi
ketika mata tak sampai
bertanya senja pada isi kepala
dan jiwa yang mengambang
seperti jauh dibawa gelombang
ketika malam makin meringkuk
tak ada aku temukan burung laut malam lelah
dalam permainan gelombang
paruhnya menyelinap
menangkap ikan ikan berterbangan
bayang pantai siluet biru malam hari
siapa menyusup dalam mabuk laut anggur
ketika cuaca dingin tak terbaca jadi misteri
rasanya tak ada malam lagi diimpikan
biarkan yang jauh mesti tenggelam.
2.
Ada tangan yang selalu bertanya pada pasir
ketika angin menyesak dalam liang gelombang
selain mata pantai menembus kabut laut
seperti waktu yang mulai mendekat
yang ada hanya doa
tempat menyembahyangkan tubuh
paling telanjang
(sebab bila keluh berlayar
adalah teluh bagi shang hyang)
bias pasir cahaya mengajak bicara
seperti menyaksikan sebuah cinta
tak berlalu dari pergumulan manusia
dan ingatan sebuah sangsi angin menawar hati
semakin dingin
menemukan kelamin (diri tenggelam) terancam
digagahi seribu pasir.
3.
Ada tangan yang selalu bertanya pada pasir
pada pantai landai dipenuhi mahkota warna
pada postcard postcard dipenuhi bingkai
ketika senja orang orang saling mengejar
memainkan irama diri di matahari
menelanjangi gelombang
seperti para surfer meliuk serupa camar
yang tak gentar
menaklukan setiap kanal
kanal mata yang tak dikenal
lalu menjerat masuk lagi ke dalamnya
sampai jauh mengembara menaklukan waktu
yang malam.
4.
Ada tangan yang selalu bertanya pada pasir
tentang malam dan bukit bukit laut yang samar
seperti membangun ruang pertapaan
tempat kelak setiap manusia menyebrang
dan singgah mendaki sebuah noktah keindahan
pada siapa mesti mengunci pintu rahasia ini
tempat mendekam matahari yang hanyut
menujum
di sini lagu lagu anak anak pantai disusuri
three litle bird para rastaman mengembang
di gelombang mengudarakan kebebasan
sambil sesekali menuliskan jejak kebangkitan
meski belum ditemukan
lalu lepas melempar pandang
ke tempat paling berkilau di tarik gelombang
adalah manikam sebuah percakapan
yang mengantarkan hasrat
nyanyi atau puisi hati yang pasrah
sampai di laut shang hyang.
5.
Ada tangan yang selalu bertanya pada pasir
waktu menemukan bintang jatuh
dan debar angin pecah mengalirkan laut pasang
hingga sampai di pelupuk
adakah takdir ombak dalam tubuhku
menggerus setiap pantai
menghapus setiap arakan para pejalan yang muram
mengusung kenangan tentang abu masa silam
guguran musim hitam mengerami lubang pasir
di pantaimu
ada kanal yang ingin aku padamkan
dari mata kematian yang meratap tak selesai
melenyapkan segala pandang ke ufuk nilam
dan membiarkan siapa saja terhanyut
ketika matahari menarik membubungkan lukisan
yang menawan tanpa menutup pintu menujumu
dan sepanjang menuju pantai kuta
adalah kanal yang tak lepas aku baca
adalah kanal matamu yang menawarkan cinta
ketika mengantar senja seketika
membuat sepasang mata berdansa penuh cahaya
melepaskan rimbunan angkuh
ranting pohon masa lalu
di sini para pekasih
tak sekadar mengabadikan bidikan lensa
tapi menawarkan prihal cinta manusia
tempat kanal para dewa bersetubuh
melabuhkan kanal segala ruh menyeluruh.