Kamis, 20 September 2018

Dua Wajah

Dua Wajah

Ia bicara
Ini tentang dendam kesumat
Yang ia ingkari
                       ; dulu lidahnya penuh madu.
Wajahnya begitu mempermanis hari hari
Kini Ia menginginkan rasa sakit
pada tubuh tertanda dendam
Ia inginkan luka luka yang mengerikan
Juga kematian hina
Ia bicara jauh di balik punggung
Ia lupa semua akhir cerita
Semua menggelapkan seluruh mata
Dan ia tidak membaca
         ; tanah penuh kesabaran menerima
                                  seluruh pembusukan.

2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar