Selasa, 25 Januari 2011

Rempah Perempuan Negri Timur

Rempah Perempuan Negri Timur
(sebuah variasi, imaji dari film; the mistress of spices )


kutergetar;   maka sejauh rasa menerka
                    matajelitamu aishwarya rai.

dan daun pandanpun tak jauh
dari tubuh pahit rempah yang menguap
       adalah ramu luka paling sempurna.

setabah laba laba  setia menyulam sunyi
                             jaring yang dibuatnya
adalah perangkap bagi tubuh pelabuh
                                   -dan,  siapa luruh?

ada manusia tertawa oleh sepi
                             yang dimutilasi waktu
          lalu memilih langkah paling asing
menuju jazirah  pengasingan suara suara
yang sampai   hanya langkah   di jendela
dandaun pintu dandaun kaca
    yang samsara tak sepenuhnya terbuka.

aku akan tumbuhkan rasa ramah
berdandan dari rumah lebah
menyerap dari sari buah buah memerah
dandari rekah rempahrempah negri timur.
lalu aku menari. dan menerima luka
                                       ; seluruh malam
                                         seluruh   tubuh
                                         seluruh    mata
sampai membuat siapasaja jauh berlabuh.

mungkin malaikat cemburu di balik bilik
pada sari sutra tembus cahaya. mengintip
             ; pada mata penebar ramuan
               pada bibir ranum kayu manis
                         penambah gaul di luaran.

dan hiasan daun pacar  pemancar takdir
menafsir lembut. polesan minyak zaitun
dan bindi pijar warna warni yang wangi
           penghias kening matahati
         (penggetar jantung laki laki)

segala tampak dari dasar jalari matakaki
seluruh tubuh rubuh  dan ruh  tergelincir
                   di limit tebing salju mendaki
hingga yang ke dasar sumur   mata haus.
rasakan. rasakan yang datang     padamu
             di mana lagi ruang paling dingin.

dan siapa lagi melarikan diri mencari
akarlawang kekuatan bangkit uratnadi
secangkir teh yang dicelupkan daunmint
peneman segar pancaran jiwa
     penyambung hangat awal percakapan
                 rahasia paling rasa yang kekal.

semisal cinta adalah peperangan. takdir
yang tampak tak temukan jawaban rasa
adalah rempah rempah yang tak hadir
       seperti kesetiaan mulai menghilang
semacam garam sembahyang dilupakan

dan bila manusia tak punya rasa
adalah perjanjian sajian cinta
                           yang kehilangan ikatan
                                   kehilangan    akal.
tak tersisa tubuh - seluruh sisakan sesal.

dan mataraya lebih sempurna ke dalam
setubuhi manusia. tanpa memusnah asal
        harum riwayat aroma rempah cinta.

dan siapa lagi menanpung rindu
begitu tepian sunyi menggambar
lalu berburu pada waktu
       yang tak sekadar kau menyeka luka.

siapapun yang berjaga takut
seperti daun jantung muda
                                       kehilangan rasa
sepeka membenam rahasia
lalu menjaga dari mulut mulut
                           yang datang membelah
pada siasat mata mata asing yang siap
       merebut seluruh risalah kehangatan.

tapi apa lacur
ada tubuh telah menjalin sumpahnya
dari jejak tanahan
dari jejak sungaian
dari jejak hutanan
dari jejak lautan
dari jejak langitan menelan benih
                     yang membekas di hujanan
menjelma tumbuhan bulan       menjalari
tubuh.  sembilu.  ngilu.  meradang tanah
karang tandus menempah wewangimu
      yang disungsung para penari mabuk
                       sampai puncak berhumus.

dan waktu pada tubuhmu.    kukan pergi
selepas membalut wangi rempah
            sesetia menemani bumi perapian
            sesetia sajian siap saji berbagian.

kekasih. anak anak benih mencumbu
yang tak kehilangan diri. luka
                  menghapal cita rasa sejati
                                           rasa bumi
                                           rasa ibu
                                           rasa mu
dari seluruh kesetiaan sunyi ruh meramu.

tak ada yang memutus tulus rindu
sepiring cumbu semangkuk madu
                                          penawar haru.

seiram terusan seruling
sebening harpa mendenting
      yang membuat dalamku lebih gaduh
kesendirian suara suaraku terserak lagi
    membuka taman taman bayang hayati.

oh lagu berahi
               menyisipkan aromanya sendiri.

dan demi taman taman
jalan jalan aku impikan
dan demi ladang ladang
yang mengerami ulat ulat liat
jangan hukum kesalahan cintaku
bagi rahim yang mengirim kesuburan.

duhai tanah penjaga segala pasrah
penampi segala berkah
pembagi arti ketulusan cuaca
angin yang bersahaja di jajaran semesta
                                        memenuhi doa.

bawalah jiwaku
bawalah jiwaku ke arah cakrawala air
yang pasrah menjauh dari kecemasan.

beri juga aku semangkuk madu
                      semangkuk susumu
bercampaur pala dan kacang mete
pelipur lara dari cumbu kecemasan
yang kehilangan rasa untuk seluruh
cinta.  pada sebuah perayaan bersama.

ayo kekasih datang padaku
penuhi hasrat setumpuk cabe merah
keperkasaan seluruh tubuh
                                  yang hilang hangat.

tumbukkan tubuhku seluruh rempah
pembunuh kesumat
seperti sepiring nasi sebrani. gulai bumbu
dalcah menyebar pada bijian kacanghijau
bertabur daun kemangi
                       sebagai wangi                              
                       sebagai cita rasa
                       sebagai cita cita
                       sebagai cinta
          seluruh rahasia harga diri manusi.

tasbihkan aishwarya pada tubuhku
biji wijen penarik hati
baluri rinduku sinaran kalimah peluruh
dari mulut rempahmu yang penuh
              serupa kedalaman cinta matamu.

-apa kesetiaan yang tak terjawab
                dari rempah remah bumi timur.

oh akar api
jiwa asap bumi yang melangit
bintang bintang telah terbang
                     menghiasi langit bercabang.

oh akar teratai
buat aku kembali mencintai air berantai
                       menghapal cita rasa sejati
                                                rasa bumi
                                                rasa ibu
                                                rasamu
dari seluruh kesetiaan sunyi ruh meramu
                                                rempahmu.

Oh, akar rempah
lindungi aku yang mabuk
                    dari cahaya sihir tubuh
telah lama aku rindukanmu
sebab di jendela rasa asin mulai menua
pada musim dingin
hanya burung burung berkicau
menyanyikan malam
memandangi bulan tempayan
dalam bahaya ditawan mendung
                    kabut mata rawan rahwana.

oh aishwarya
              matacahaya yang dijaga api sita
adalah jerit pahitku yang mengigau
tertuang bersama bergelasgelas samiroto
pahit dalam tubuh runtuhkan kotor darah
untuk bisa aku bagi sebagai bekal
       ketika mimpikumasuki cahaya timur.

tapi entah ketika waktu jadi penebah
linggaku bergetah
     memasuki wajah yoniku dalam basah
di mana rempah dalam rebutanmatamati
          sampai ciuman amis darah disayat.

tapi inilah senandung dari jarak rempah
yang membawa linglung pencium
lidah yang suruk ketika tiba rasa cinta
                                   mulai menghilang.

oh selalu kusebut aiswarya
bila bunga kupaksa memekar
aku dibawa kebodohan masa
hanya rempah rempah kembali kuminta
bunga cengkih candu bagi rabuku
sampai hanyut usiaku
                              dibalutan daunpandan.

sebagai bunga rampai penghabisan
biar membayang aku letakkan sajian
kuteguk sup dari liur fajar
membuat kalimah kalimah di lidah
                                            menghilang.

demi sajak aishwarya
demi menuju matamu yang dijaga
                                             mata api sita.
mungkin rempah rempahku telah runtuh
membangun altar
              untuk mengeramatkan tubuhmu
serupa runtuhnya tulang tulang rahwana.

biarlah di sini aku berjaga
pada perempuan pembawa rempah timur
penjaga lumut hijau milik laki laki
yang membajak jejaknya
sebagai ziarah terakhir jalan takdir
                                     menjaga kesetian
temukan bendera tegar berkibar.
serupa bubur merah putih
           sajian siang malam
                dipenuhi rempah pengorbanan

oh cahaya aishwarya yang dijaga api sita
nafas remah rempahmu perlahan murung
menanggung sakit mata raya   yang senja.

oh akar api
jiwa asap bumi yang melangit
bintang bintang telah terbang
                     menghiasi langit bercabang.

aku lapar. lapar. lapar

akar liar.  akar teratai
buat aku kembali mencintai air berantai
                       menghapal cita rasa sejati
                                                rasa bumi
                                                rasa ibu
                                                rasamu
dari seluruh kesetiaan sunyi ruh meramu
   rempahmu; daritubuhmu; daridarahmu;
                                             demidariMu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar