Rempah Perempuan Negri Timur
(sebuah variasi, imaji dari film; the mistress of spices )
kutergetar; maka sejauh rasa menerka
matajelitamu aishwarya rai.
dan daun pandanpun tak jauh
dari tubuh pahit rempah yang menguap
adalah ramu luka paling sempurna.
setabah laba laba setia menyulam sunyi
jaring yang dibuatnya
adalah perangkap bagi tubuh pelabuh
-dan, siapa luruh?
ada manusia tertawa oleh sepi
yang dimutilasi waktu
lalu memilih langkah paling asing
menuju jazirah pengasingan suara suara
yang sampai hanya langkah di jendela
dandaun pintu dandaun kaca
yang samsara tak sepenuhnya terbuka.
aku akan tumbuhkan rasa ramah
berdandan dari rumah lebah
menyerap dari sari buah buah memerah
dandari rekah rempahrempah negri timur.
lalu aku menari. dan menerima luka
; seluruh malam
seluruh tubuh
seluruh mata
sampai membuat siapasaja jauh berlabuh.
mungkin malaikat cemburu di balik bilik
pada sari sutra tembus cahaya. mengintip
; pada mata penebar ramuan
pada bibir ranum kayu manis
penambah gaul di luaran.
dan hiasan daun pacar pemancar takdir
menafsir lembut. polesan minyak zaitun
dan bindi pijar warna warni yang wangi
penghias kening matahati
(penggetar jantung laki laki)
segala tampak dari dasar jalari matakaki
seluruh tubuh rubuh dan ruh tergelincir
di limit tebing salju mendaki
hingga yang ke dasar sumur mata haus.
rasakan. rasakan yang datang padamu
di mana lagi ruang paling dingin.
dan siapa lagi melarikan diri mencari
akarlawang kekuatan bangkit uratnadi
secangkir teh yang dicelupkan daunmint
peneman segar pancaran jiwa
penyambung hangat awal percakapan
rahasia paling rasa yang kekal.
semisal cinta adalah peperangan. takdir
yang tampak tak temukan jawaban rasa
adalah rempah rempah yang tak hadir
seperti kesetiaan mulai menghilang
semacam garam sembahyang dilupakan
dan bila manusia tak punya rasa
adalah perjanjian sajian cinta
yang kehilangan ikatan
kehilangan akal.
tak tersisa tubuh - seluruh sisakan sesal.
dan mataraya lebih sempurna ke dalam
setubuhi manusia. tanpa memusnah asal
harum riwayat aroma rempah cinta.
dan siapa lagi menanpung rindu
begitu tepian sunyi menggambar
lalu berburu pada waktu
yang tak sekadar kau menyeka luka.
siapapun yang berjaga takut
seperti daun jantung muda
kehilangan rasa
sepeka membenam rahasia
lalu menjaga dari mulut mulut
yang datang membelah
pada siasat mata mata asing yang siap
merebut seluruh risalah kehangatan.
tapi apa lacur
ada tubuh telah menjalin sumpahnya
dari jejak tanahan
dari jejak sungaian
dari jejak hutanan
dari jejak lautan
dari jejak langitan menelan benih
yang membekas di hujanan
menjelma tumbuhan bulan menjalari
tubuh. sembilu. ngilu. meradang tanah
karang tandus menempah wewangimu
yang disungsung para penari mabuk
sampai puncak berhumus.
dan waktu pada tubuhmu. kukan pergi
selepas membalut wangi rempah
sesetia menemani bumi perapian
sesetia sajian siap saji berbagian.
kekasih. anak anak benih mencumbu
yang tak kehilangan diri. luka
menghapal cita rasa sejati
rasa bumi
rasa ibu
rasa mu
dari seluruh kesetiaan sunyi ruh meramu.
tak ada yang memutus tulus rindu
sepiring cumbu semangkuk madu
penawar haru.
seiram terusan seruling
sebening harpa mendenting
yang membuat dalamku lebih gaduh
kesendirian suara suaraku terserak lagi
membuka taman taman bayang hayati.
oh lagu berahi
menyisipkan aromanya sendiri.
dan demi taman taman
jalan jalan aku impikan
dan demi ladang ladang
yang mengerami ulat ulat liat
jangan hukum kesalahan cintaku
bagi rahim yang mengirim kesuburan.
duhai tanah penjaga segala pasrah
penampi segala berkah
pembagi arti ketulusan cuaca
angin yang bersahaja di jajaran semesta
memenuhi doa.
bawalah jiwaku
bawalah jiwaku ke arah cakrawala air
yang pasrah menjauh dari kecemasan.
beri juga aku semangkuk madu
semangkuk susumu
bercampaur pala dan kacang mete
pelipur lara dari cumbu kecemasan
yang kehilangan rasa untuk seluruh
cinta. pada sebuah perayaan bersama.
ayo kekasih datang padaku
penuhi hasrat setumpuk cabe merah
keperkasaan seluruh tubuh
yang hilang hangat.
tumbukkan tubuhku seluruh rempah
pembunuh kesumat
seperti sepiring nasi sebrani. gulai bumbu
dalcah menyebar pada bijian kacanghijau
bertabur daun kemangi
sebagai wangi
sebagai cita rasa
sebagai cita cita
sebagai cinta
seluruh rahasia harga diri manusi.
tasbihkan aishwarya pada tubuhku
biji wijen penarik hati
baluri rinduku sinaran kalimah peluruh
dari mulut rempahmu yang penuh
serupa kedalaman cinta matamu.
-apa kesetiaan yang tak terjawab
dari rempah remah bumi timur.
oh akar api
jiwa asap bumi yang melangit
bintang bintang telah terbang
menghiasi langit bercabang.
oh akar teratai
buat aku kembali mencintai air berantai
menghapal cita rasa sejati
rasa bumi
rasa ibu
rasamu
dari seluruh kesetiaan sunyi ruh meramu
rempahmu.
Oh, akar rempah
lindungi aku yang mabuk
dari cahaya sihir tubuh
telah lama aku rindukanmu
sebab di jendela rasa asin mulai menua
pada musim dingin
hanya burung burung berkicau
menyanyikan malam
memandangi bulan tempayan
dalam bahaya ditawan mendung
kabut mata rawan rahwana.
oh aishwarya
matacahaya yang dijaga api sita
adalah jerit pahitku yang mengigau
tertuang bersama bergelasgelas samiroto
pahit dalam tubuh runtuhkan kotor darah
untuk bisa aku bagi sebagai bekal
ketika mimpikumasuki cahaya timur.
tapi entah ketika waktu jadi penebah
linggaku bergetah
memasuki wajah yoniku dalam basah
di mana rempah dalam rebutanmatamati
sampai ciuman amis darah disayat.
tapi inilah senandung dari jarak rempah
yang membawa linglung pencium
lidah yang suruk ketika tiba rasa cinta
mulai menghilang.
oh selalu kusebut aiswarya
bila bunga kupaksa memekar
aku dibawa kebodohan masa
hanya rempah rempah kembali kuminta
bunga cengkih candu bagi rabuku
sampai hanyut usiaku
dibalutan daunpandan.
sebagai bunga rampai penghabisan
biar membayang aku letakkan sajian
kuteguk sup dari liur fajar
membuat kalimah kalimah di lidah
menghilang.
demi sajak aishwarya
demi menuju matamu yang dijaga
mata api sita.
mungkin rempah rempahku telah runtuh
membangun altar
untuk mengeramatkan tubuhmu
serupa runtuhnya tulang tulang rahwana.
biarlah di sini aku berjaga
pada perempuan pembawa rempah timur
penjaga lumut hijau milik laki laki
yang membajak jejaknya
sebagai ziarah terakhir jalan takdir
menjaga kesetian
temukan bendera tegar berkibar.
serupa bubur merah putih
sajian siang malam
dipenuhi rempah pengorbanan
oh cahaya aishwarya yang dijaga api sita
nafas remah rempahmu perlahan murung
menanggung sakit mata raya yang senja.
oh akar api
jiwa asap bumi yang melangit
bintang bintang telah terbang
menghiasi langit bercabang.
aku lapar. lapar. lapar
akar liar. akar teratai
buat aku kembali mencintai air berantai
menghapal cita rasa sejati
rasa bumi
rasa ibu
rasamu
dari seluruh kesetiaan sunyi ruh meramu
rempahmu; daritubuhmu; daridarahmu;
demidariMu.
